Halaman

Kamis, 25 Agustus 2011

ARTI SEBUAH CINTA part IV

Siang-siang gini, panas lagi nyengat-nyengatnya, enaknya minum sop buah kali yah. eh tapi lagi puasa, jadi mending nulis aja, siapa tau bisa ngilangin dahaga karena puasa, hahahha

**
Sekarang lanjut ke share aku no. 3, yaitu
Cinta itu sangat indah dan tulus, jadi jangan mencintai seseorang dari wajah, harta dan jabatan karena semua itu tidak abadi.

Jangan mencintai seseorang dari wajahnya, suatu saat nanti kita akan menjadi tua, muka keriput, udah ga banget pokoknya. Bagaimana kalau suami/istri kita nanti cuma mencintai kita karena kecantikan/ketampanan kita saja di saat kita masih muda, yang ada nanti dia nyari istri muda, trus buat si istri nyari selingkuhan brondong, hahaha.

Atau misalnya, kita mencintai seseorang karena dia tuh ganteng banget/cantik banget, akhirnya dijadiin pacar deh, eh tau-tau pasangan kita kecelakaan yang membuat wajahnya tidak semenarik dahulu, karena kita mecintai dia dari wajahnya, akhirnya kita meninggalkannya.

Mencintai seseorang itu dari hati nya, sifatnya, bukan wajahnya, karena ketampanan/kecantikan itu tidak abadi, yang membuat nya abadi adalah cinta yang dipunya. Jadi cinta kita ga dimakan waktu :)

Mencintai seseorang itu jangan dilihat dari harta dan jabatan, karena harta dan jabatan itu tidak sepenuhnya milik kita, cintai seseorang atas apa yang dia perjuangkan untuk mendapatkan harta dan jabatan itu, misalnya mendapatkan harta karena kerja keras dia, bukan kerja keras orang tua nya atau orang lain, dan dia bertanggungjawab atas harta nya, yaitu membagi nya pada yang berhak. Jadi dia tidak lupa pada Tuhan nya, karena Tuhan adalah pemilik segalanya yang kita punya

Dan jangan mencintai karena jabatan nya, kecuali jabatan yang dia pegang itu adalah amanah, karena kepercayaan, tanpa adanya kebohongan di dalam nya untuk mendapatkan apa yang dia mau. Karena seseorang pemimpin itu tanggung jawab nya lebih besar di mata Tuhan.

Jadi cintai pasangan kita dari hati dan sifatnya, karena cinta yang seperti itu akan selalu menemani dan mendoakan disaat kita jatuh dan akan selalu tersenyum di saat kita bahagia


to be continued...

by sheila novita
don't copy paste without permission and without labels

Tidak ada komentar:

Posting Komentar